Arsip Bulanan: November 2008

Raul, Bintang dengan Beberapa Masa Sulit

Kamis, 27 November 2008 | 01:06 WIB

Real Madrid masih tercatat sebagai klub Eropa dengan gelar juara Liga Champions terbanyak, yakni sembilan gelar. Namun, rekor itu tak terlalu membanggakan lagi karena hanya dua yang diraih setelah tahun 2000, yakni pada musim 1999-2000 dan 2001-2002. Selepas 2002 ”El Real” gigit jari.

Musim 2008-2009 ini, asa Real untuk mencapai takhta tertinggi Eropa lagi-lagi diterpa mendung tebal, saat kalah 0-2 dari Juventus di Santiago Bernabeu, Madrid, pada laga keempat Grup H, 5 November silam. Nasib El Real lolos ke 16 besar di ujung tanduk. Suporter ”Los Blancos” berharap mereka bisa menuai tiga poin di kandang BATE Borisov: Stadion Dinamo, Minsk, Belarus, Selasa (25/11) malam waktu setempat.

Maka lahirlah pahlawan Real Madrid, dan dia adalah Raul Gonzalez Blanco. Saat laga baru memasuki menit ketujuh, bola umpan Royston Drenthe dari sayap kiri ”menyelinap” di antara kerumunan pemain di kotak penalti, lalu sampai ke Raul yang tidak terkawal. Dengan sekejap kontrol, ia melesakkan bola ke gawang Sergei Veremko. Real menang 1-0 berkat Raul. Mereka mengemas sembilan poin, dan lolos ke 16 besar.

Ada faktor lain yang membuat pendukung Real Madrid lega dengan gol itu, selain karena membawa klub pujaan mereka ke babak knock out. Faktor itu terkait sosok pencetak gol, Raul, yang asli Madrid. Di tengah keberadaan Real Madrid yang mahakaya, klub yang kini dilatih Bernd Schuster itu punya pemain asing dari sesama negara Eropa, seperti Belanda, Italia, Portugal, dan Polandia; serta Argentina dan Brasil dari Amerika Latin. Tak heran, keberadaan Raul, bersama Guti dan Iker Casillas yang asli Madrid, sekaligus binaan Real Madrid yunior, semakin membanggakan.

Masih ada

Bagi Raul sendiri, gol ini pengukuhan bahwa dia belum ”habis”. Maklum, Raul pernah mengalami masa sulit dan dianggap tak bisa produktif lagi, di tengah era ”Galactico” yang sarat pemain bintang, tetapi miskin prestasi, seputar 2005-2006. Itu terjadi karena skema permainan Los Blancos yang menjauhkannya dari kotak penalti. Produktivitas gol Raul pun anjlok drastis.

Kehadiran Fabio Capello, pelatih yang dikenal dengan kedisiplinannya, ke Real Madrid pada 2006-2007, membawa Raul lahir kembali. Pemain kelahiran 27 Juni 1977 itu kembali ke posisinya sebagai striker dan menciptakan sejumlah gol menentukan bagi El Real. Musim tersebut makin membahagiakan dengan gelar La Liga musim itu, yang terasa mengejutkan bagi Real Madrid.

Raul menjalani masa sulit berikutnya saat tak dipanggil Luis Aragones untuk Euro 2008. Ia kalah bersaing dengan Fernando Torres dan David Villa. Media massa Spanyol heboh memberitakan hubungan buruk Raul dengan Aragones. Namun, sang bintang bersikap dewasa dengan menegaskan bahwa ia tidak mempersoalkan ketiadaannya di tim ”Matador”. Kesebelasan Spanyol kemudian mencapai hasil mengesankan, dengan menjadi juara Eropa.

Akhir-akhir ini seiring dengan cederanya Ruud van Nistelrooy, tuntutan terhadap Raul makin tinggi, selain terhadap striker lainnya, Gonzalo Higuain. Di Stadion Dinamo, Minsk, Selasa malam waktu Belarus, ia membuktikan, kepercayaan Real Madrid kepadanya tak keliru.

Raul masih ada dan layak dipercaya. Apalagi, gol ke gawang BATE juga golnya yang ke-62 di ajang Liga Champions. Ini rekor gol terbanyak di level turnamen paling prestisius Eropa itu, yang kini ia pegang bersama penyerang AC Milan, Filippo Inzaghi. Akankah Real tampil sebagai juara Champions lagi?

Bisa jadi itu sangat tergantung dari aksi Raul. (ADP)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/27/01060650/raul.bintang.dengan.beberapa.masa.sulit


Tan taretan se beden kauleh hormati..

Kalau ada kesempatan, mampir juga di blog pertemanan saya di hi5.com. Alamatnya: http://sunan-achmad.hi5.com/


SELAMAT HARI GURU

selamat-hari-guru1


Begitu mudah mulutmu berkata..

Itu penggalan lirik lagu Dewa 19 berjudul Atas Nama Cinta.

Begitu mudah mulutmu berkata…

Berulang-ulang saya mendengar lagu ini, tapi baru sekarang saya merasakan kehebatannya. Lirik itu jadi kritik keras buat saya. Betapa sering saya berkata, tapi tidak diwujudkan. Yang paling membuat saya salah, adalah ketika saya berjanji tapi tak dapat ditepati.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.