Arsip Bulanan: Januari 2009

Tentang Matt Mullenweg, Bapak Pendiri WordPress

Tulisan ini saya unduh dari website Kompas cetak, penting buat saya karena tulisan ini mengulas tentang bapak WordPress, situs gratis yang saya pergunakan sekarang. Selamat menikmati.

MATT MULLENWEG, ANTARA JAZZ DAN WORDPRESS

Sabtu, 31 Januari 2009 | 04:22 WIB

PEPIH NUGRAHAMatt

”Matt, apa rencanamu ke depan setelah berhasil merintis dan menciptakan WordPress yang belakangan dikenal luas di kalangan blogger di seluruh dunia?” Itu pertanyaan sederhana yang diajukan kepada seorang pemuda asal Amerika Serikat. Matt tak kalah sederhananya dalam menjawab, ”Menikah dan punya anak.”

Rendah hati, tenang, berbicara pelan, tidak basa-basi. Itulah Matt Mullenweg. Di kalangan blogger dunia, Matt, panggilannya, adalah ”malaikat” yang teramat baik hati karena mau menggratiskan mesin blog kepada siapa pun yang mau mengambilnya di WordPress.

Oleh karena gratis dan berbasis open source, banyak sukarelawan yang terus membangun dan memperbaiki tampilan WordPress. Mulai dari cangkang atau themes blog yang beraneka ragam, sampai widget khusus untuk menghitung banyaknya pengunjung yang masuk.

WordPress dikenal sebagai penyedia blog paling progresif belakangan ini yang bisa dipadankan dengan situs pertemanan, Facebook. Hingga tahun 2008, tercatat 230 juta pengakses tetap (unique visitors) dengan 6,5 miliar halaman WordPress yang dilihat. Ada 35 juta posting baru dengan tambahan rata-rata empat juta posting setiap bulan. Data itu cukup menggambarkan betapa progresifnya WordPress.

Keberadaan Matt Mullenweg di Jakarta hanya dua hari, pada 17-18 Januari, saat ia menjadi pembicara pada WordCamp yang di Asia Tenggara baru Filipina dan Indonesia (Jakarta) yang mengadakannya.

Ini ajang berkumpulnya pengguna, penyuka, dan pengembang WordPress di Tanah Air sehingga komunitas Blogger Anging Mammiri dari Makassar pun memerlukan datang. Di seluruh dunia, total sudah 29 kali WordCamp diselenggarakan, mulai Afrika sampai Australia dengan kehadiran 3.400 anggota.

Di Jakarta, WordCamp yang bertema ”Learn from the Best” dan berlangsung di Erasmus Huis itu terselenggara berkat prakarsa seorang penggila WordPress, Valent Mustamin. Selama dua hari itulah Kompas menguntit dan menangkap Matt yang sangat santun.

Untuk ukuran perintis sebuah mesin penghasil blog yang mewabah di seluruh dunia, usia Matt juga masih tergolong sangat muda, 25 tahun.

Pendidikan politik

Di dunia maya tidak banyak penyedia blog gratisan. Kalau Anda ingin memiliki blog atau situs pribadi, Anda bisa mengambil dari Blogger, Multiply, LiveJournal, MoveableType, TypePad, dan salah satunya dari WordPress yang disediakan Matt.

Bernama lengkap Matthew Charles Mullenweg, ia lahir di Houston, Texas, 25 tahun lalu. Matt pernah bekerja di perusahaan media berbasis internet, CNET, sebelum mengembangkan dan merintis perangkat lunak open source untuk nge-blog.

Lalu, dari mana dia mendapatkan uang dengan menciptakan peranti lunak open source semacam WordPress? Matt menjawab, ”Saya tidak mencari uang dari situ.”

Pun ia menampik kalau suatu saat WordPress akan dijualnya kepada perusahaan raksasa internet dengan harga selangit, seperti halnya Blogger atau YouTube, situs video terpopuler berbasis user generated content yang dimiliki Google.

Matt tidak menyangkal kalau ia memperoleh pendapatan dengan mendirikan perusahaan di balik WordPress, seperti Automattic, Akismet, Gravatar, bbPress, IntenseDebate, dan BuddyPress.

”Jangan selalu beranggapan bahwa uang adalah segala-galanya,” kata Matt tentang sikap berbaginya yang melabrak batas negara dunia itu.

Untuk seorang entrepreneur muda dan sukses, penampilan Matt relatif sederhana, celana jins dan kaus oblong yang dibungkus kemeja. Dia suka menjinjing tas dan iPhone bercangkang huruf ”W” sebagai kependekan dari WordPress.

Uniknya, latar belakang Matt bukan ilmu komputer atau teknologi informasi, melainkan ilmu politik. Ia menimba ilmu itu selama dua tahun di sebuah college sebelum akhirnya berhenti karena membangun infrastruktur sebuah mesin online yang menyita banyak waktu. Beruntung Matt mendapat dorongan penuh kedua orangtuanya.

”Mereka tahunya saya orang di balik WordPress,” katanya.

Bukan jurnalis

Matt mengenang kembali masa-masa di tahun 2002 saat untuk pertama kalinya menciptakan peranti lunak sederhana untuk nge-blog yang ia namakan b2. Keperluannya hanya sebatas memajang hasil foto dia di media online saat berkunjung ke Washington DC.

Maklum, waktu itu perangkat lunak untuk keperluan nge-blog belum mewabah. Dari kode sederhana b2, Matt bersama dua rekannya, Mike Little dan Michel Valdrighi, mulai membangun WordPress.

Adakah Matt berlatar belakang jurnalis atau media sehingga penyedia blog gratisan itu menggunakan embel-embel ”Press”? Matt mengatakan, ”Tidak ada sama sekali.” Menurut dia, nama itu diberikan oleh seorang teman, Christine. ”Itulah yang saya ingat,” jawabnya.

Matt juga bercerita bagaimana semasa bersekolah di SMU ia merancang dan membuatkan sebuah situs untuk sekolah itu. Ia juga membuat situs untuk grup jazz lokal di kota kelahirannya, Houston. Kemahirannya merancang web juga didukung oleh ayahnya yang bekerja di Microsoft. Matt mengaku pernah jatuh-bangun merancang WordPress, tetapi ia terus mencoba lagi.

Untuk urusan jazz, Matt boleh dibilang serius menekuninya. Apalagi ia pemain saksofon yang andal. Untuk keterampilan bermusiknya itu, dia memerlukan belajar di sebuah sekolah seni. Bahkan yang tidak banyak diketahui banyak orang, Matt adalah pemain keyboard dvorak, yakni alat musik seperti piano yang tuts-tutsnya mengadopsi papan ketik komputer ”QWERTY”.

Matt baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-25 pada 11 Januari lalu. Salah satu rencana yang menurut dia harus direalisasikan segera adalah belajar bahasa Spanyol.

Mengapa bahasa Spanyol yang mau dipelajarinya? ”Spanyol adalah bahasa terbesar kedua pengguna WordPress setelah bahasa Inggris,” katanya.

Cukup mengejutkan bila Matt mengungkapkan bahwa bahasa ketiga terbesar pengguna WordPress adalah bahasa Indonesia. Situs Alexa mencatat, 280.000 blog WordPress menggunakan bahasa Indonesia.

”Saya menaruh hormat, dan untuk alasan itulah saya ada di Jakarta,” ujar Matt.


Kunci Hidup Sukses!

Aku berkeyakinan, bahwa kunci sukses untuk meraih kejayaan adalah SEMANGAT YANG KUAT yang tidak mudah menyerah walau dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

Dan semangat yang kuat itu pastinya dilandasi niat yang jelas dan keimanan yang kokoh.


Gara-Gara Bensin Palsu

Gara-gara bensin palsu, motorku mati sewaktu dalam perjalanan dari Lenteng ke Guluk-Guluk tadi. Dan mau tidak mau, motor itu harus didorong sampai ketemu kios pengecer bensin.

Yang kumaksud dengan bensin palsu itu adalah bensin campuran dengan mintak tanah. Sebenarnya ini sudah banyak dilakukan oleh para pengecer untuk mendapat untung yang banyak. Tapi biasanya campuran minyak tanahnya sedikit.

Nah, tadi mungkin aku dan teman sedang apes. Saat membeli bensin di suatu kios di desa Ellak Laok, ternyata bensinnya dicampur dengan minyak tanah dalam kadar yang banyak. Alhasil, motor baru berjalan beberapa meter langsung mati. Dicoba dihidupkan lagi ga bisa-bisa. Mungkin motornya ngambek. Seandainya bisa ngomong mungkin motor itu protes, “Motor juga pengen yang minuman yang asli, kq malah dikasih racun, mau bunuh gw ya? Udah gw ga mau jalan lagi sebelum dikasih minum yang asli.”

Maka kita berpeluh-peluh mendorong motor sambil mencari-cari kios bensin. Apesnya lagi, kita tadi mengambil jalan desa yang jauh dari pemukiman penduduk dan jalannya menanjak. Jalannya gelap [bahasa maduranya "petteng calemotan"]. Kakiku terasa pegal2 pas motor sudah nyampe di jalan kabupaten. Tapi kami masih belum nemu kios bensin. Doroong lagi….

Untunglah Tuhan bermurah hati, beberapa meter kemudian kami dapat bensin. Bensinnya pun asli. Motor pun akhirnya “luluh”. mungkin dia berkata,” Nah, ini yang gw mw. Coba lu tadi ngasih minum yang kayak gini, ga pegel-pegel kaki lu.” Ah, dasar motor manja!

Tapi, aku benar-benar kapok. Kios tadi langsung masuk black listku. Yang kayak gitu tidak bisa ditolerir lagi. Maka, hati-hatilah kalau mau beli bensin di pengecer. Lebih aman beli di SPBU.


KABAR DUKA DARI ANNUQAYAH

Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun…
Telah wafat K. H. MOH. MAHFOUDH HUSAINI, salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, pada hari Rabu, 21 Januari 2009 sekitar waktu shubuh.
Semoga amal ibadahnya, pengabdiannya pada dunia ilmu pengetahuan, serta kasih sayangnya dalam mendidik manusia [santri], mendapat pahala yang setimpal dari Allah Swt. Amien Yaa Rabbal ‘Alamiin…


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.