Arsip Bulanan: Februari 2009

Sore-Sore Di Bukit Lancaran

Saya sudah lama tidak jalan-jalan sore ke bukit Lancaran. Sehingga ketika sore ini Izzi mengajak saya ke Warung Rujak di puncak bukit Lancaran sambil jalan-jalan, saya langsung mengiyakan ajakannya. Bagi santri Annuqayah, menghabiskan sore di bukit Lancaran adalah cara paling gampang menghilangkan kesumpekan. Coba saja tanyakan pada mereka pernyataan saya ini betul apa tidak?

Kira-kira apa alasan mereka menghilangkan kesumpekan dengan menghabiskan sore di bukit Lancaran? Saya tanyakan hal ini pada Izzi pada saat kami sudah berada di bukit Lancaran.

Katanya, “Itu sudah kodrat.”

“Maksudnya?” tanya saya. Sambil saya melihat-lihat beberapa kelompok santri yang bergerombol dan asyik mengobrol.

“Kodrat manusia itu suka dengan keindahan, dan waktu sore adalah saat-saat indah, sehingga dua hal ini akan saling tarik-menarik dengan sendirinya.” Saya pikirkan kata-kata Izzi tadi. Yah, itu bisa jadi salah satu alasan untuk menjawab pertanyaan di atas.

Bagi saya sendiri, ketika dulu sering ke bukit Lancaran, motivasi saya adalah untuk menyegarkan pikiran. Hawa sejuk dan pemandangan indah bisa meredakan keruwetan yang berputar-putar dalam pikiran saya. Hawa sejuk yang dihirup seakan mampu mengusir “hawa jahat” yang mengeram di dada dan perut saya. Pemandangan sore yang indah selalu menarik saya untuk masuk ke alam fantasi yang penuh keindahan.

Dan setelah saya pulang ke pondok, saya seakan mendapat energi baru untuk “bertarung” di malam harinya.


Jangan Ditahan!

Anda sering kebelet pipis, tapi masih ditahan-tahan atau ditunda? Lebih baik hilangkan kebiasaan ini karena kalau tidak akan berakibat fatal bagi Anda. Saya tidak hendak menakut-nakuti lho, justru saya ingin berbagi informasi ini agar anda paham akan bahayanya.

Kemarin saya membaca majalah Dewi, saya lupa terbitan ke berapa, tapi yang jelas majalah itu sudah lawas. Saya membaca artikel kesehatan di sana, dan saya tertarik dengan perihal kebiasaan menahan kencing ini.

Menurut Michael Albo M.D. dari University of California, San Diego, kebiasaan menahan urine agar tidak keluar akan mengakibatkan infeksi saluran kencing. Karena pada saat urine ditahan, jumlah bakteri yang berkumpul juga semakin banyak. Kalau hal ini terjadi bertahun-tahun, akibatnya lebih parah lagi.

“Kandung kemih akan rusah, sehingga kemampuan kontraksi akan hilang. Padahal kontraksi inilah yang menyebabkan anda ingin pipis,” kata Christina LaSala M.D.  dari University of Connecticut Health Center.

Nah, kebayang kan kalau kontraksi anda hilang apa akibatnya? Bisa-bisa, saat anda sedang enak-enaknya jalan-jalan, tanpa ada ‘alarm’ kencing anda langsung ngucur. Serrrr.. Nanti anda akan jadi seperti gurunya Wiro Sableng, Eyang Sinto Gendeng, yang dikenal bau pesing. Hehe…


Bermain TRAVIAN, Seru bung!

travian_signupIni dia satu kegilaan anyar yang diikuti oleh ratusan ribu orang di seluruh dunia, TRAVIAN. Travian adalah game berbasis browser yang bisa diikuti oleh siapapun saja secara gratis. Di sini pemain bisa membangun desanya dan menjalin hubungan diplomatik dengan pemain lain. Atau bahkan bermusuhan dengan pemain lain dengan cara menyerang dan merampok kekayaan desa lainnya.

Game ini masuk ke Indonesia pada 17 April 2008. Dan hingga sekarang, berdasarkan rilis situs resmi travian per 6 Februari 2009  pukul 15.17 WIB, jumlah pengguna game ini telah mencapai 145.805 orang. Dari jumlah ini kurang lebih 12o.ooo di antaranya adalah pemain aktif. Dan telah dibuka 4 server serta server khusus untuk “server speed”.  Dari data ini bisa dibayangkan efek kegilaan dari game travian ini.

Profil Game

Saat mendaftar game ini, anda akan dihadapkan pada pilihan untuk menjadi anggota  dari 3 suku yang ada di dunia travian. 3 suku tersebut adalah Galia (Gaul yang berasal dari Prancis), Romawi (Roman yang berasal dari Roma) dan Teuton (Teuton yang berasal dari Jerman). Tiga suku legendaris ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri di dunia travian.

tribe_gaulSuku Galia termasyhur sebagai suku yang hidup damai, memiliki saudagar yang paling cepat, pertahanan mereka merupakan yang terbaik di travian, dan tempat penyimpanan sumberdaya alam (crany) mereka juga sangat besar, sehingga jarang para perampok dar desa lain dapat mengambil rampasan dari suku ini. Galia juga satu-satunya suku yang memiliki ahli pembuat perangkap yang dapat menjebak perampok desa yang ceroboh.

travian-roman-image1Suku Romawi dikenal sebagai suku legendaris dengan pasukan yang kuat. Ketika anda memainkan suku ini, anda dapat memerintahkan pembangunan gedung dan pengembangan sumberdaya sekaligus. Ini yang membedakannya dari suku lainnya.

germane-1Sementara suku Teuton adalah yang terbaik dalam perampokan atau perampasan kekayaan dari daerah lain, dan unit militer mereka dapat dibuat secara cepat dan ongkosnya murah.

Dengan tiga kelebihan dari masing-masing suku ini, pintar-pintar anda untuk memilih akan masuk suku apa. Namun, banyak orang merekomendasikan bagi pemain pemula agar memilih suku Galia.

Memasuki Dunia Travian

imagesKetika anda masuk ke dalam permain, anda harus segera membangun desa anda dengan meningkatkan produksi sumberdaya alam yang meliputi ladang gandum, tanah liat, tambang besi, dan kayu. Selain itu, di dalam ibukota, anda dapat segera membangun lumbung untuk menyimpan gandum, gudang untuk menyimpan sumber daya alam lainnya, pasar untuk berdagang, kedutaan untuk berdiplomasi, membuat barak untuk membangun militer, dan lain-lain.

Dengan kekayaan yang anda  miliki serta tentara yang anda latih, anda dapat menjaga desa tersebut dan atau bahkan menyerang desa lainnya.

Undangan Bermain Travian

Di sini saya ingin bilang kepada anda, game ini bagus untuk melatih cara berpikir ke depan dengan tetap berpijak pada keadaan sekarang. Bagi anda yang mau bermain dengan saya, silahkan klik REF link ini. Saya bermain di server 4, di koordinat (-) (-) atau di barat daya.

referensi tulisan:

  • http: www.travian.co.id
  • http://travian.wikia.com/wiki/Travian_Wiki
  • dan hasil konsultasi dengan pemain lain

Pecel Murah Nan Nikmat

Ini tulisan kedua tentang wisata kuliner di sekitar Pondok Pesantren Annuqayah. Pada tulisan pertama saya bercerita tentang Warung Rujak di Puncak Bukit Lancaran. Sekarang, saya akan mengajakan teman-teman untuk mengunjungi sebuah kantin yang baru dibuka namun telah terkenal di kalangan para santri, khususnya santri PPA. Latee Putera.

Kantin (baca: rumah makan) itu sebenarnya sudah lama tidak melayani santri, karena penjaganya tidak bisa melanjutkan pelayanan kepada santri. Entah karena alasan apa.

Dan beberapa saat yang lalu (kurang lebih sebulanan), tersiar kabar yang dengan cepat menyebar di kalangan santri Latee, tentang kantin yang mati suri itu kini kembali dibuka. Dengan pelayan yang baru dan layanan menu yang baru pula.

Kabar itu pertama kali saya dengar ketika sedang berkumpul dengan beberapa sahabat karib (Ghaffar, Hasyim, Izzi, Abd. Rafieq, dan Fahmi). Abd. Ghaffar berkata, “Pecelnya nikmat betuuull…”,  yang kemudian diamini oleh beberapa temanku yang lainnya. Bahkan Hasyim menambahkan, “Rasanya sama nikmatnya dengan kantin Qura di belakang kantor Madrasah Aliyah Putera itu.” Lagi-lagi hal itu diamini oleh teman-teman saya.

Nah, saya jadi penasaran. Maka ketika ada waktu luang dan  persediaan uang, saya pun berangkat ke sana.

Kantin itu terletak di tempat yang strategis; di tengah pondokan para santri. Tepatnya di sebelah barat Koperasi Latee, di belakang Rayon Al-Ghazali, di sebelah timur kamar mandi “raksasa”, dan satu atap dengan Kantin jajanan dan dapur “raksasa”.

Dengan letak yang strategis seperti itu, tentu saja para santri mudah mengaksesnya. Untuk masuk ke sana ada dua pintu yang bisa dipakai. Pintu pertama berada di utara, yang merupakan pintu masuk ke kantin jajanan pula. Untuk memesan makanan, ada sebuah lubang berbentuk kotak berukuran kurang lebih 50×70 cm. Sebenarnya ada pintu masuk di sebelah barat lubang itu, namun pintu itu langsung masuk ke dapur kantin dan khusus untuk “penjaga” kantin.

Pintu yang kedua berhadapan langsung dengan dapur raksasa, berada di sebelah selatan. Selain pintu juga ada ventilasi bukaan yang selalu terbuka lebar.

Kalau anda mau makan paling nyaman melalui pintu pertama. Di sana sudah disediakan meja khusus (istilah maduranya “Dempar”) untuk makan.

Saya masuk melalui pintu pertama itu. Kemudian memesan nasi Pecel di lubang kotak yang saya gambarkan tadi. Tak sampai lima menit, pesanan saya disajikan oleh seorang ibu manis yang merupakan salah satu dari 2 pelayan kantin. Yang satunya lagi saya lihat sibuk melayani di pintu kedua.

Saya duduk lesehan. Nasi diletakkan di atas Dempar.

Pertama kali mencicipi nasi itu, mak nyuuusss uenak banget. Nasinya pulen dan hangat. Bumbu pecelnya yang meresap di lidah langsung mengirimkan pesan ke otak saya, dan diproses di sana dalam satu gelembung ekspresi, “NIKMAAAAT”.

Memang benar apa yang diceritakan teman-teman saya itu. Nasi Pecel di sana enak banget. Tak terasa, satu piring tandas. Perut saya kenyang. Perasaan saya nyaman sekali. Puas rasanya.

Saat hendak melakukan pembayaran di lubang tadi (ah, gampangnya bilang loket aja), saya sempatkan bertanya terlebih dahulu.

“Harga nasinya berapa, bu?”

“Dua ribu, bindara,” ucap si ibu.

Dua lembar ribuan saya berikan, dan sisanya dengan cepat dikembalikan kepada saya.

Nah, kawan, saya merekomendasikan kantin ini buat kalian yang hendak berkunjung ke Annuqayah, rasa Pecelnya nikmat, dan harganya pun muraaaaah.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.